Tak terasa kami sudah menapaki usia 2 tahun sejak pertama kali orchestra kami didirikan. Saya bangga sekali sudah menjadi sejarah dalam orchestra ini. Mulai dari mendirikan orchestra IMT (Institut Manajemen Telkom, nama sebelum menjadi Universitas Telkom) dan sempat menjadi ketuanya. Namun karena tenaga pemain di IMT kurang dan banyak anak-anaknya tidak berkomitmen saya setres dan mencari nomor salah satu personil orchestra ITT (Intitut Teknologi Telkom) yang kebetulan baru berdiri sekitar April 2012 lebih baru daripada kami yang sejak Desember tahun 2011. Mereka saat itu juga masih baru, dan belum dibayar setiap performnya. Waktu itu ketuanya adalah kak Evet, aku temui kak Evet seorang diri dan rapat kecil sama Fahmy (cameng), Ivan dan kak Evetnya sendiri. mereka sepaat untuk gabung karna mereka juga masih sedikit pemainnya kira-ira waktu itu tidak sampai 20 orang. dengan digabungkannya kami waktu itu kita hampir 20 orang.
Event per event, kita ga dibayar, lama kelamaan orang tau bagusnya kita kita mulai pasang tarif 100/lagu. Kita latihan rutin setiap rabu malam di Learning centre, si maestro Tony mengarensemen lagu sesekali rangga, Ivan, dan lainnya. Job mulai banyak, tarif kami naikkan hingga akhirnya kita nekat bikin konser perdana sendiri pada bulan Mei 2013 meskipun dengan tombokkkan dana banyak sekali, tapi acara itu sukses. Nah, tanggal 3 mei 2014 nanti kita adakan lagi konser kedua tapi kali ini bertemakan konser amal. Ringkasnya acara ini ditujukan persenannya untuk yayasan kanker di Bandung.
Sebelum acara mulai, seperti biasa kita foto keluarga besar lagi. Oiya, saya memang tidak banyak lagi menulis, karna postingan saya lebih banyak ke instagram atu medsos lainnya. Kita sudah banyak melakukan perekrutan anggota hingga membangun akademi sendiri. Tujuan cuma satu, yaitu untuk memperbanyak anggota yang bisa musik orchestra serta terasah skill bermainnya.
inilah foto keluarga baru ESO yang sudah di rekrut, disaring berkali-kali, hahaha
Karna saya sudah tidak lagi dalam kepengurusan baik ketua ataupun koordinator, tapi saya sesepuh disini sebagai SC, ini adalah foto SC :
Rabu, 16 April 2014
Minggu, 13 April 2014
Pengalaman Kerja Sebagai Auditor Junior
Assalmaualaikum WRB, ini adalah tulisan saya didunia maya pertama setelah memasuki tahun 2014 ini. ada beberapa hal tertentu membuat saya tidak lagi berkenan untuk menulis di publik dan saya memilih untuk menyimpannya sendiri atau saya posting kegiatan saya saja di media sosial pribadi yang tentunya sudah saya privasi dan hanya bisa dilihat oleh teman-teman terdekat saya saja. Percakapan saya hari ini dengan seseorang teman membuat saya ingin lagi menulis. karna inti dari percakapan kami hari ini adalah, dengan tulisan kenangan akan hidup selamanya.
Saya sudah diterima bekerja disebuah kantor akuntan publik kecil di bandung ini untuk bekerja. Itu semnejak bulan Maret 2014 hingga sekarang cukup mewakili satu bulan saya bekerja disana. Saya dimasukkan disini bukan karena saya pintar, saya akui. Tapi saya berkeyakinan ini karena doa saya yang dikabulkan oleh Allah SWT. dari dulu saya ingin sekali merasakan bagaimana rasanya kerja di KAP (Kantor Akuntan Publik). Tapi ada satu hal yang membuat saya tidak percaya diri, setahu saya orang yang bekerja disana haruslah pintar atau setidaknya dia mengerti dengan baik akuntansi. Seorang auditor tidak lagi harus mengeja akuntansi, melainkan harus benar-benar mengerti akuntansi. Bagaimana tidak? karena auditor akan mendeteksi akun yang bermaslah, mendeteksi kecurangan ataupun menyeseuaikan yang salah menjadi benar. Saya sendiri masih bertanya-tanya apa sebenarnya passion hidup saya hingga saat ini. saya bisa dalam banyak bidang tapi tidak pernah menguasai 100% dan menjadikannya passion hidup saya, yang saya tahu saat ini saya hanya mencintai musik dan itulah yang membuat saya lebih hidup. Saya masuk akuntansi dan bersekolah disini itu adalah keingininan orang tua saya.
Saya terima ajakan dari teman sekelas saya yang memasukkan saya kedalam KAP ini. Saya tahu banyak dikelas saya banyak yang lebih pintar daripada saya. tapi ia memasukkan saya karena saya pernah berbuat baik kepadanya dan dia telah berjanji tempo hari kepada saya jika ada lowongan ia akan memasukkan saya kesana. Bermula dari butuh auditor junior tambahan karena anak STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) yang bekerja disana sambil menunggu penempatan akan resign karna sudah saatnya mereka penempatan. Anak STAN sekarang memang kalau ingin penempatan harus menunggu 6-12 bulan hingga mereka diangkat bekerja di sektor pemerintahan, saat mereka berbondong kerja di KAP saat ini adalah waktu mereka resign untuk kembali pada kewajiban mereka sebagai anak STAN. Karna itulah teman saya yang sudah keterima bekerja disana, mengajak saya yang direkomendasikannya kepada atasan saya untuk berkerja disana mengaudit sebuah instansi. Saya belum lulus seperti teman-teman saya yang sudah lulus 3,5 tahun tapi saya berdoa "ya Allah, saya semester 8 ini sudah tidak ada kuliah dan saya galau tidak ada kegiatan ini hanya skripsi saja, saya ingin bekerja secepatnya" dan saya yakin, ini adalah 100% bantuan Allah. Karna apalah saya, tidak pintar, biasa saja dan belum lulus (dalam proses skripsi).
Hari pertama masuk kantor saya hanya disuruh pelajari bagaimana caranya mengaudit. kemudian entah kenapa setelah 2 hari dikantor saya disuruh mengaduit PT Jasa Sarana (BUMD Bandung) karena semua auditor sedang pergi ke Makassar mengaduit PDAM, Poltekkes dan Taruna. Ini bukan audit awal, melainkan melanjutkan proses audit sebelumnya yang sempat tertinggal karena mereka sudah brangkat. Dan pada audit ini kita hanya membantu KAP Budiman, Wawan, Pamudji dan Rekan yang kebetulan mengaudit itu dari Jakarta. Saya stres waktu pertama kali mengaudit laporan keuangan mereka yang banyak beserta anak perusahaannya yang banyak pula. Saya berdua dengan Yazid, teman sekelas saya yang mengajak saya itu. Tanpa ada yang membimbing karena harusnya pertama kali ngaudit ada senior yang bimbing kebetulan semua pada pergi keluar Kota. Saya bingung harus mulai dari mana, dan ini melanjutkan yang membuat saya semakin stres. Saya paham akuntansi tetapi tidak mahir dan hal ini membuat saya ketakutan, ditambah yazid juga tidak begitu paham mengaudit kala itu.
Alhamdulillah proses mengaudit PT Jasa Sarana tidak berlangsung lama, yaitu 4 hari karna kami sudah cukup membantu KAP Budiman, Wawan, pamudji dan Rekan sampai disana walaupun pekerjaan kami belum selesai. Hal ini terjadi karena kami sudah di plot kan untuk mengaudit RS Mata Cicendo Bandung (Pusat Mata Nasional) yaitu audit kinerja bukan general audit. Bagi pemula audit, menurut saya ini adalah audit yang paling ringan karena kita tidak perlu pemahaman tinggi hanya saja kerepotan karna lingkup audit tidak terbatas di laporan keuangan saja, melainkan seluruh divisi dan bagian yang ada pasa instansi.
Saya senang, akhirnya saya dipindahkan dengan yazid untuk melakukan audit kinerja pada sebuah Rumah Sakit di Bandung. Pada hari pertama kami Rapat BOD (Board of Director) dengan seluruh jajaran direktur RSMC beserta kepala bagian RS ini. Ini pengalaman pertama saya dengan rapat seformal ini. Di awal rapat mereka seolah meminta kepada kami para auditor untuk menilai benar-benar kinerja RS ini agar nilainya baik dan berhubungan dengan akreditasi RS mereka juga. Pada rapat itu ada saya, yazid, teh windy (ketua tim audit), pak supena (supervisor) dan pak Risman (selaku pemilik KAP ini, beliau adalah mantan auditor BPKP). Ini adalah pemulaan yang cukup baik daripada saya tiba-tiba harus datang dan mnegaudit sebuah PT tanpa dibimbing dan saya menangis karena merasa kesusahan dalam menyesuaikan temuan audit.

Selanjutnya pada Rumah Sakit Mata Cicendo ini saya mengumpulkan data dengan yazid, ketiap bagian seperti unit rawat jalan,rawat inap, rawat darurat hingga setiapbagian seperti SDM, pemasaran, Rumah Tangga hingga setiap divisi yang ada di RSMC ini untuk diminta datanya dan diaudit. Saya merasa kesulitan data karena disini merka tampaknya tidak melakukan pendokumentasian dengan baik. Data yng ditargetkan 1 minggu baru kami peroleh hingga 3 minggu. Saya menghitung sampel waktu tunggu pasien dengan yazid pakai stopwatch, saya mengikuti hingga 20 pasien sebagai sampel mulai dari pendaftaran hingga mereka dilayani dokter, saya mengecek ketersediaan fisik, kesesuaian petunjuk, saya melakukan pendokumentasian, saya foto dan semua yang kami lakukan berusaha maksimal agar kinerja kami dianggap baik.

Karna data dari mereka yang juga sangat lama, terpaksalah saya dengan yazid saat akan mengumpulkan laporan bergadang. kami pulang malam hingga jam 11 dari kantor. Ini memang bukan pertama kalinya saya pulang slearut itu jika tidak mengauditpun jika kau telah bekerja di KAP engkau harus bersedia bekerja keras dan tidak perduli dengan jam kantor orang biasa lainnya mulai jam 8-4 sore, pada kami, waktu pulang memang biasa tidak menentu.

Saya tidak pintar, tapi saya belajar. Dan disinilah kesempatan saya belajar banyak. mengaudit itu tidal gampang. Orang awam akan menilai akuntansi sebagai pembukuan saja, seorang auditor harus lebih dalam ilmunya daripada itu semua, karena mereka mengecek, memeriksa dan mendeteksi, dan memanglah harus orang yang pintar. Sekali lagi, saya bukan orang yang pintar, tapi dengan keputusan saya masuk KAP, saya akan terpacu untuk belajar. Saya begitu bersemangat hingga inilah pada akhirya kami rapat terakhir dengan jajaran BOD RSMC dan kami menyelesaikan laporannya tepat waktu dengan hasil yang membanggakan karna pada rapat terakhir dengan BOD RSMC,kami berhasil merekomendasikan perbaikan kinerja pada RSMC ini. Saya senang sekali dan saya berterima kasih kepada Yazid yang sudah mempercayakan kepada saya untuk mengaudit disini. Bekerja satu tim bersama yazid kadang suka menyebalkan tapi dia adalah teman sejati, dia baik dan dia membimbing saya dengan baik.
Saya sudah diterima bekerja disebuah kantor akuntan publik kecil di bandung ini untuk bekerja. Itu semnejak bulan Maret 2014 hingga sekarang cukup mewakili satu bulan saya bekerja disana. Saya dimasukkan disini bukan karena saya pintar, saya akui. Tapi saya berkeyakinan ini karena doa saya yang dikabulkan oleh Allah SWT. dari dulu saya ingin sekali merasakan bagaimana rasanya kerja di KAP (Kantor Akuntan Publik). Tapi ada satu hal yang membuat saya tidak percaya diri, setahu saya orang yang bekerja disana haruslah pintar atau setidaknya dia mengerti dengan baik akuntansi. Seorang auditor tidak lagi harus mengeja akuntansi, melainkan harus benar-benar mengerti akuntansi. Bagaimana tidak? karena auditor akan mendeteksi akun yang bermaslah, mendeteksi kecurangan ataupun menyeseuaikan yang salah menjadi benar. Saya sendiri masih bertanya-tanya apa sebenarnya passion hidup saya hingga saat ini. saya bisa dalam banyak bidang tapi tidak pernah menguasai 100% dan menjadikannya passion hidup saya, yang saya tahu saat ini saya hanya mencintai musik dan itulah yang membuat saya lebih hidup. Saya masuk akuntansi dan bersekolah disini itu adalah keingininan orang tua saya.
Saya terima ajakan dari teman sekelas saya yang memasukkan saya kedalam KAP ini. Saya tahu banyak dikelas saya banyak yang lebih pintar daripada saya. tapi ia memasukkan saya karena saya pernah berbuat baik kepadanya dan dia telah berjanji tempo hari kepada saya jika ada lowongan ia akan memasukkan saya kesana. Bermula dari butuh auditor junior tambahan karena anak STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) yang bekerja disana sambil menunggu penempatan akan resign karna sudah saatnya mereka penempatan. Anak STAN sekarang memang kalau ingin penempatan harus menunggu 6-12 bulan hingga mereka diangkat bekerja di sektor pemerintahan, saat mereka berbondong kerja di KAP saat ini adalah waktu mereka resign untuk kembali pada kewajiban mereka sebagai anak STAN. Karna itulah teman saya yang sudah keterima bekerja disana, mengajak saya yang direkomendasikannya kepada atasan saya untuk berkerja disana mengaudit sebuah instansi. Saya belum lulus seperti teman-teman saya yang sudah lulus 3,5 tahun tapi saya berdoa "ya Allah, saya semester 8 ini sudah tidak ada kuliah dan saya galau tidak ada kegiatan ini hanya skripsi saja, saya ingin bekerja secepatnya" dan saya yakin, ini adalah 100% bantuan Allah. Karna apalah saya, tidak pintar, biasa saja dan belum lulus (dalam proses skripsi).
Hari pertama masuk kantor saya hanya disuruh pelajari bagaimana caranya mengaudit. kemudian entah kenapa setelah 2 hari dikantor saya disuruh mengaduit PT Jasa Sarana (BUMD Bandung) karena semua auditor sedang pergi ke Makassar mengaduit PDAM, Poltekkes dan Taruna. Ini bukan audit awal, melainkan melanjutkan proses audit sebelumnya yang sempat tertinggal karena mereka sudah brangkat. Dan pada audit ini kita hanya membantu KAP Budiman, Wawan, Pamudji dan Rekan yang kebetulan mengaudit itu dari Jakarta. Saya stres waktu pertama kali mengaudit laporan keuangan mereka yang banyak beserta anak perusahaannya yang banyak pula. Saya berdua dengan Yazid, teman sekelas saya yang mengajak saya itu. Tanpa ada yang membimbing karena harusnya pertama kali ngaudit ada senior yang bimbing kebetulan semua pada pergi keluar Kota. Saya bingung harus mulai dari mana, dan ini melanjutkan yang membuat saya semakin stres. Saya paham akuntansi tetapi tidak mahir dan hal ini membuat saya ketakutan, ditambah yazid juga tidak begitu paham mengaudit kala itu.
Alhamdulillah proses mengaudit PT Jasa Sarana tidak berlangsung lama, yaitu 4 hari karna kami sudah cukup membantu KAP Budiman, Wawan, pamudji dan Rekan sampai disana walaupun pekerjaan kami belum selesai. Hal ini terjadi karena kami sudah di plot kan untuk mengaudit RS Mata Cicendo Bandung (Pusat Mata Nasional) yaitu audit kinerja bukan general audit. Bagi pemula audit, menurut saya ini adalah audit yang paling ringan karena kita tidak perlu pemahaman tinggi hanya saja kerepotan karna lingkup audit tidak terbatas di laporan keuangan saja, melainkan seluruh divisi dan bagian yang ada pasa instansi.
Saya senang, akhirnya saya dipindahkan dengan yazid untuk melakukan audit kinerja pada sebuah Rumah Sakit di Bandung. Pada hari pertama kami Rapat BOD (Board of Director) dengan seluruh jajaran direktur RSMC beserta kepala bagian RS ini. Ini pengalaman pertama saya dengan rapat seformal ini. Di awal rapat mereka seolah meminta kepada kami para auditor untuk menilai benar-benar kinerja RS ini agar nilainya baik dan berhubungan dengan akreditasi RS mereka juga. Pada rapat itu ada saya, yazid, teh windy (ketua tim audit), pak supena (supervisor) dan pak Risman (selaku pemilik KAP ini, beliau adalah mantan auditor BPKP). Ini adalah pemulaan yang cukup baik daripada saya tiba-tiba harus datang dan mnegaudit sebuah PT tanpa dibimbing dan saya menangis karena merasa kesusahan dalam menyesuaikan temuan audit.

Selanjutnya pada Rumah Sakit Mata Cicendo ini saya mengumpulkan data dengan yazid, ketiap bagian seperti unit rawat jalan,rawat inap, rawat darurat hingga setiapbagian seperti SDM, pemasaran, Rumah Tangga hingga setiap divisi yang ada di RSMC ini untuk diminta datanya dan diaudit. Saya merasa kesulitan data karena disini merka tampaknya tidak melakukan pendokumentasian dengan baik. Data yng ditargetkan 1 minggu baru kami peroleh hingga 3 minggu. Saya menghitung sampel waktu tunggu pasien dengan yazid pakai stopwatch, saya mengikuti hingga 20 pasien sebagai sampel mulai dari pendaftaran hingga mereka dilayani dokter, saya mengecek ketersediaan fisik, kesesuaian petunjuk, saya melakukan pendokumentasian, saya foto dan semua yang kami lakukan berusaha maksimal agar kinerja kami dianggap baik.

Karna data dari mereka yang juga sangat lama, terpaksalah saya dengan yazid saat akan mengumpulkan laporan bergadang. kami pulang malam hingga jam 11 dari kantor. Ini memang bukan pertama kalinya saya pulang slearut itu jika tidak mengauditpun jika kau telah bekerja di KAP engkau harus bersedia bekerja keras dan tidak perduli dengan jam kantor orang biasa lainnya mulai jam 8-4 sore, pada kami, waktu pulang memang biasa tidak menentu.

Saya tidak pintar, tapi saya belajar. Dan disinilah kesempatan saya belajar banyak. mengaudit itu tidal gampang. Orang awam akan menilai akuntansi sebagai pembukuan saja, seorang auditor harus lebih dalam ilmunya daripada itu semua, karena mereka mengecek, memeriksa dan mendeteksi, dan memanglah harus orang yang pintar. Sekali lagi, saya bukan orang yang pintar, tapi dengan keputusan saya masuk KAP, saya akan terpacu untuk belajar. Saya begitu bersemangat hingga inilah pada akhirya kami rapat terakhir dengan jajaran BOD RSMC dan kami menyelesaikan laporannya tepat waktu dengan hasil yang membanggakan karna pada rapat terakhir dengan BOD RSMC,kami berhasil merekomendasikan perbaikan kinerja pada RSMC ini. Saya senang sekali dan saya berterima kasih kepada Yazid yang sudah mempercayakan kepada saya untuk mengaudit disini. Bekerja satu tim bersama yazid kadang suka menyebalkan tapi dia adalah teman sejati, dia baik dan dia membimbing saya dengan baik.
Langganan:
Komentar (Atom)



